Yes, I Do
Keenan berkata.
“Aku akan mencerna semua perkataanmu sambil jalan. Papa, Mama, dan Cheryl pasti sudah menunggu kita di lobby,” jawabku.
“Senyum dulu, donk!” pinta Keenan.
Aku memaksakan diri untuk tersenyum.
“Ck, kok terpaksa sih, Li? Senyum yang tulus, donk!” paksa Keenan.
Aku memutar bola mata malas, lalu berusaha memberikan senyum yang terbaik.
Hot Chapters