Illegitimate Child
bisiknya mesra sebelum melepaskan pelukan Cantika dari lengannya, lalu bergegas meninggalkan kamar hotel.
***
“Jadi, apa ada usulan untuk pengganti? Seperti yang kita tahu, Pak Tio sudah bertugas dengan sangat sempurna. Kita harus mencari pengganti yang sama kompetennya,” cetus Bambang.
Ruang rapat terasa mencekam. Belum ada satu pun yang menyahut, hanya terdengar detak jam dinding dan suara pulpen diketuk di meja. Bambang menelisik satu persatu wajah bawahannya. Mereka malah menunduk, terkecuali Gilang. Dia memikirkan sebuah ide, tetapi menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan.
Hot Chapters