Diary Sang Kupu Kupu Malam
Otakku sakit, hatiku perih, mengingat semua kejadian itu.
Tapi sudahlah, semua sudah berlalu. Ayah dan Ibuku telah memaafkan kesalahanku dulu. Entah kenapa, nasib sial selalu saja melanda hidup, seakan aku menganggap hidup adalah sebuah kutukan yang memang harus aku jalani sampai saat ini.
Hingga sekarang…., aku harus berdiri kuat, memang harus menjalani hidup sebagai Seorang KUPU KUPU MALAM.