No Cerai No Pisah!
Namun begitu pandangannya berlabuh pada sebuah buku, Devon berubah pikiran.
Buku novel itu tergeletak rapi di sudut meja kerja Devon. Sampulnya berwarna biru langit dengan sesosok gadis muda yang meringkuk ketakutan. Judulnya elok, 'Bumi dan Bulan Temaram,' tetapi nama penulisnya terlihat menyentil jenaka, dengan nama pena Doremi.
Devon baru ingat dia belum sempat membaca buku ini. Maka tanpa perlu menunggu lama, dia mengambil buku tersebut. Devon duduk di kursi, menyalakan rokok, lalu mulai membacanya.