Ketua Geng itu Suamiku
Satu-satunya yang bisa gue lakukan sekarang adalah berdiri di sini, memandangi Iky, dan mencoba memahami gimana perasaan gue sebenarnya.
"Gue nggak perlu pernyataan apa pun dari lo. Ini perasaan gue, biar gue yang simpan sendiri ...," suara Iky terdengar lembut, nyaris seperti bisikan. Matanya menatap gue sebentar, seolah memastikan kalau gue benar-benar mengerti maksudnya. "Tapi gue akan selalu ada buat lo, tanpa lo harus balas apa pun buat gue ...."