Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Love in Kyoto

Love in Kyoto

Nigeru tame ja naku yume ou tame ni Tabi ni deta hazusa tooi natsu no ano hi Ashita sae mieta nara tame iki mo nai kedo Nagare ni sakarau fune no you ni Ima wa mae he susume Kurushimi no tsukita basho ni Shiawase ga matsu toiu yo Boku wa mada sagashite iru Kisetsu hazure no himawari Kobushi nigirishime asahi wo mateba Akai tsume ato ni namida kirari ochiru Kodoku ni mo nareta nara Tsuki akari tayori ni Hane naki tsubasa de tobi tatou Motto mae he susume Amagumo ga kireta nara
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Kabut Kesempurnaan "Foto Tanpa Bayangan" itu bukan sekadar gambar; itu adalah virus persepsi. Arka mengamati lembaran kecil itu di bawah kaca pembesar di bengkel kameranya. Melalui lensa makro, ia melihat bahwa gambar itu tidak terdiri dari butiran perak atau piksel digital biasa. Gambar itu terdiri dari susunan nanobots yang bergetar pada frekuensi yang menenangkan saraf manusia.
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
Shadow of The Past

Shadow of The Past

Perusahaan yang dimaksud adalah Izanami Film, sebuah cabang perusahaan produksi film dari Izanami Studios—salah satu divisi sebuah perusahaan hiburan, Izanami Entertainment. Hasil produksi film dari perusahaan tersebut hampir selalu sukses. Mereka bekerja sama dengan banyak perusahaan multinasional dan menghasilkan jejeran film populer. Airi merasa bodoh karena baru mendengar nama mereka, padahal dia menggeluti bidang yang sama. Ketidaktahuan itu mendorongnya untuk mencari informasi perusahaan tersebut dengan lebih banyak lagi. Hasil yang dia dapat pada laman profil perusahaan langsung membuatnya bungkam.
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 718 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Iris membungkuk, memberi hormat. “Salam kenal,” kata Aria dengan suara yang terdengar ceria. Iris tidak menyangka akan sambutan seperti itu. Aria memiliki rambut panjang acak-acakan, sebatas pinggang, berwarna pirang yang sangat pucat dan kedua mata memiliki kantung mata yang terlihat menonjol. Iris merasakan aura yang aneh darinya. Mungkin karena ia masih memakai kacamatanya di atas kepala atau karena penampilannya saat ini.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

"Hahaha...." "Dewa ini untukmu," Chika mengulurkan kamera Cannon SLRnya yang hilang berbulan-bulan. Sebuah kejutan yang sangat membahagiakan. Dewa pun tersenyum simpul. Dia pikir Chika telah melupakan janjinya, ternyata sahabatnya itu tak seburuk yang ada di dalam pikirannya.
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

[Sayang] disertai emot love dan cium. [Ya] balas Anara. [Irit amat hurufnya, yank!] emot menutup mulut tertawa. [Kangen.] emot love berbaris dan wajah menangis. [Aku juga] emot love sebiji. [Aku tunggu di club, malam ini.] emot cium. [Oke!]
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Di terakhir Kasami bercerita, Nyonya Ikada sudah meletakkan mangkuk berisi sup untuk Kasami makan. “Kasami,” ucap Tuan Ikada, “Kau tidak perlu mengirimkan surat itu kepada Aimi, sebab aku juga menulis kabar duka dari Pak Orochi.” “Kalau begitu titipkan salamku kepada Aimi di suratnya,” pinta Kasami. Tuan Ikada tidak mampu menolak gadis ini yang lagi senang mendapatkan teman baru. Dengan senang hati Tuan Ikada menulis begini di suratnya, ‘Oh ya, Hayade. Ada salam dari Kasami untuk Aimi beserta keluargamu. Dia nampak senang mendapat teman baru.’
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
KAMASEAN

KAMASEAN

Battrice pun tersenyum, setelah bertahun-tahun mencoba merebut hati Frans dan selalu terhalang oleh perempuan bernama Kamasean itu, kini Battrice justru muncul sebagai pemenang mutlak. Battrice menghampiri Nyonya Richardson yang duduk di salah satu sofa yang memang disediakan untuk para tamu yang hendak berkunjung ke galeri itu. “Tante, sepertinya Frans masih sangat mencintai perempuan itu,” ucap Battrice dengan nada mengiba sembari duduk di sebelah Nyonya Richardson.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai imaji
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status