Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ry & Ruu

Ry & Ruu

"Ntar ke rumahku aja...." "Emang Ruu ada di rumah?" tanya Rin memotong perkataan Ruu. "Bukannya Ruu di Mobieus terus, ya? Gimana bisa ketemu di rumah kalo Ruu hampir nggak pernah ada di rumah!" Rin melipat tangan di depan dada. Susah payah –kesal dan gemas– menahan diri agar tidak menjitak kepala Ruu.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Rumah Risa

Rumah Risa

Suara deringan yang membingungkan terdengar di seluruh rumah, diikuti oleh langkah kaki yang berat dari dalam. Pintu terbuka, dan seorang wanita tua yang berpakaian serba hitam berdiri di ambang pintu. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Nyonya Harper, pengurus rumah tangga. "Selamat datang di Rumah Keluarga Wijaya, Laras," katanya dengan suara serak yang tampaknya mengandung banyak cerita. "Kami senang Anda bisa datang. Mari, aku akan menunjukkan ke kamar Anda."
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Permainan Kakak Kandungku Yang Janda

Biar dia secepatnya membeli rumah. "Jangan bawa ranjang atau apa ya, Mbak, Bang. Soalnya di rumah ini barang kalian cuma pakaian. Paling mentok mungkin gantungan baju sama sandal tipis. Jangan bawa apa-apa!" sungut si Nur pagi hari saat kami akan segera pergi dari rumah yang aku idam-idamkan. Ah, mimpi apa ini? Tapi Bang Panjul memperlihatkan sebuah foto rumah yang lebih bagus dari rumah ini. Aku lumayan terobati. "Sok berkuasa kamu, Nur! Lihat saja, kamu akan kena karma telah usir Mbakmu ini!" celetukku emosi.
7.346.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Untuk Asa (Indonesia)

Untuk Asa (Indonesia)

Hidupnya persis permainan roller coaster. "Sayang, kamarnya mau mama dekor ulang?" Inisiatif Irana. "Atau kamu mau beli furniture baru? Wallpaper baru? Nanti mama atur semua." "Aku cuma nginep sehari, ma." Geleng Rara lemah. "Makasih udah bolehin aku pulang ke rumah ya, ma."
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
AKU VS IBUMU

AKU VS IBUMU

Rumah Baru "Wow! Rumahnya besar juga, ya, Mbak. Taman bunganya masih tertata dengan rapi," ujar Mirna. Kami sedang berada di depan sebuah rumah yang baru kubeli dua hari lalu. "Ya, Mir. Mudah-mudahan kita betah di rumah ini, ya!" sahutku dengan senyum penuh bahagia. Akhirnya aku bisa membeli rumah dengan hasil keringatku sendiri.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Jatah Secangkir Beras Di Rumah

Jatah Secangkir Beras Di Rumah

" Bentak mas Ilham sebelum aku menyelesaikan ucapanku. "B baik mas." Setengah berlari aku menghampiri pintu. Heran juga, kenapa dia nggak cari aku ke rumah Bu Nina? Dia juga tahu kalau aku tak pernah kemana-mana selain ke warung Bu Nina. "Suami nggak ada dirumah, nggak baik keluyuran lho, Rat." Ujar Bu Fatimah. "Bukan keluyuran Bu, Ratna cuma ke warung." Jawabku seraya mengeluarkan kunci dari saku daster.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Pelakor Itu Pembantuku

Pelakor Itu Pembantuku

“Iya, Sayang. Kan, aku udah janji nanti malam, aku coba cari kerjaan. Kamu berani enggak sendiri di rumah?” “Ini bukan rumah, Mas. Ini kamar. Kamar sempit, sumpek! Kenapa harus takut, di luar itu juga kamar semua.” “Ok, tapi janji, ya, jangan pernah memasukkan siapapun ke dalam kamar!” “Iya, lagian siapa juga yang mau masuk ke dalam kamar sempit seperti ini!” “Rum, kamu itu cantik! Cantik banget malah. Tubuhmu itu seksi, apalagi pantatmu, Rum! Pokoknya, kamu harus kunci pintu dari dalam, jangan buka meski siapapun yang mengetuk!”
10249.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai ini rumah
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
Helminawati Pandia
Salam sejuk buat semua reader tercinta terima kasih karena telah sudi membaca cerita saya, tolong bantu up dengan sumbangan gem nya, ya. Mohon dukungannya baca cerita saya yang berikutnya juga. 1. Ketika Istriku Minta Talak 2. Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK 3. Nafkah Batin Basi
Baca Semua Ulasan
Hanya Diberi Nafkah IDR 15K

Hanya Diberi Nafkah IDR 15K

Tak terasa, kini aku sudah tiba di rumah. "Assalamualaikum." "Waalaikumussalam. Eh, kamu, Ru. Ada apa? Tumben ke sini?" "Mama ini gimana, sih. Anak sendiri main ke rumah malah responsnya begitu!" Aku menggerutu pada mama. Rasanya kesal sekali saat main ke rumah malah ditanya seperti itu.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
SamRann

SamRann

Masih sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing. Tak perlu menunggu lama, mereka sudah sampai didepan rumah Rann. Setelah melewati gang komplek perumahan yang bisa dibilang minimalis. Karena hampir semua pemilik rumahnya berhasil menyulap lahannya menjadi perumahan ala kadarnya. "Assalamualaikum," ucap Willi seraya mengetok pintu rumah Rann namun tak ada respon. "ting tong ...."
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Tante Sebelah Rumah

Tante Sebelah Rumah

Mungkin saja saat tidur aku tidak sengaja menyentuh mekanismenya, sehingga tempat tidur ini langsung mengunci tangan dan kakiku. Posisi ini persis seperti adegan dalam film dewasa Jepun. Saat memikirkan hal itu, tanpa sadar gairahku mulai bangkit. "Riana." Tepat saat ini, aku mendengar suara Tante Mila dari pintu. Suara itu terdengar makin mendekat! Gawat! Ibuku bilang kalau Tante Mila akan datang buat bayar tagihan.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai ini rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status