Dear Nala
Bahkan, Nita selalu ingat jika Nala tidak pernah tertidur nyenyak di malam hari.
“Thanks, Nit,” ujar Nala. Dia merasa senang karena masih ada orang yang peduli akan keadaannya.
“Yuk, pulang bareng!” ajak Nita. Kapan lagi mereka bisa pulang bersama? Selama ini setiap pulang sekolah Nala akan selalu pergi bekerja, dan hal itu membuat mereka tidak pernah menghabiskan waktu bersama jika Nala tidak sedang libur.
Nala mengangguk seraya mengulas senyum tipis. Perlahan rasa lemas dan sakit kepala, terasa sedikit ringan. Ah, setidaknya ini lebih baik.
Hot Chapters