Jangan Baca Novel Ini!
Tas berisi perangkat kerjaku itu, menempel kuat pada area depan dadaku.
Otot leherku berputar sedikit ke kanan, untuk melihat profil wajah Argan secara langsung. Pria ini menatap lurus ke depan, dengan tingkat fokus penglihatan retina, yang sangat tajam. Arah pandangan mata cokelatnya sesekali berpindah, menuju cermin pantul di sisi luar pintu mobil.
Tangan kirinya memegang setir bundar, sementara tangan kanannya meraih ponsel pintar, dari konsol tengah. Argan mengecek layar menyala benda itu, dalam hitungan waktu beberapa detik saja.