Kepemilikan
gumamnya sendiri, hampir seperti bicara pada malam.
"Aku tidak pernah peracaya pada takdir kecuali saat ini, Ann."
Lampu depannya seperti sepasang mata iblis, tak pernah lepas menembus ke dalam hutan, melintasi batang pohon tua dan semak liar. Kabut mulai turun pelan, membungkus malam dengan dingin yang mencekam.
Lalu dia kembali menginjak pedal gas—perlahan, mobil itu bergerak lagi, menembus hutan dan malam.