Tergoda Rayuan CEO Muda
"Apa boleh saya berangkat sekarang, Pak?"
"Silakan. Tolong jangan terpancing emosi dengan kelakuan Ibra. Harap maklum, Ning. Dia anak semata wayang, jadi kelakuannya begitu," kata Ramadan lirih, tetapi masih mampu didengar oleh Ibra.
"Terus saja ngatai aku, Pa," sahut Ibra dari sofa yang dia duduki.
Ramadan kembali tertawa. "Sudah sana kalian berangkat."