Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Toxic

Pernikahan Toxic

Wajahnya mungilnya terlihat bosan dan mengantuk. 'Maafin Ibu, ya, Bal. Maaf kehidupan seperti ini yang ibu sajikan padamu dan Abangmu. Ya, Allah, kuatkan hamba dan mampukan hamba membesarkan mereka, Amin,' bisikku berdoa dalam hati. "Ini, ibu ada permen dan susu untuk Iqbal. Jangan semua di makan. Sisakan satu untuk Bang Yoga yah, Nak." aku menyerahkan permen dan susu pemberian dari Delia.
9.64.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Iparku yang Menyebalkan, Ternyata?

Iparku yang Menyebalkan, Ternyata?

Ajak ibu pada semuanya. Kami beranjak menuju ruang belakang untuk makan bersama. "Mamah. Mau ini ". Ucap Iqbal , anak Teh Siti .Tanganya menunjuk tahu goreng yang ada di piring. Nah, sopan nih si Iqbal. Mau sesuatu bilang dulu , padahal masih kecil. Gak kayak si onoh. Maen comot aja. "Oh iya..Iqbal mau inih. Ambil aja sayang nih..." Kataku seraya mengambil sepotong tahu goreng dan memberikan padanya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Suamiku Pangeran Muda

Suamiku Pangeran Muda

kataku berpendapat. "Tidak apa-apa sih, aku hanya terkejut ternyata aku baru tahu. Bagaimana kabarnya adiknya Iqbal?" tanyanya kewmudian. "Baik, itu dia, sedang bersama neneknya," kataku sambil kuarahkan kamera kepada ibu yang menggendong Erkan. "Assalamualaikum, Mama!" sapa Faruq. "Waalaikum salam, papanya Iqbal," jawab ibu.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Babu Jadi Menantu

Babu Jadi Menantu

Iqbal adalah teman mengajar Anton di sekolah, sekaligus sepupu Anton dari pihak papanya, statusnya juga sama seorang duda dengan satu anak. "Jangan sampai menyesal ya Ton, jangan seperti kamu kehilangan Bulan," ucap Bu Rasti lagi sambil mengambil remot TV. "Mmm ... emangnya Mama sudah bicara dengan Parmi?" "Belum, nanti kalau kamu setuju baru Mama omongin." Anton tampak menimbang-nimbang. Lagi-lagi Anton melirik ke dapur, matanya melotot saat Iqbal menyipratkan air ke wajah Parmi, yang membuat Parmi tertawa cekikikan.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
My First love

My First love

Pria berusia hampir 60 tahun dengan sisa ketampanan yang belum lekang dari wajahnya dan sedikit mulai beruban itu bersama sang istri Issack Barend tengah menikmati sarapan mereka di meja makan sambil menantikan putra semata wayangnya. Tidak lama Ibra datang bersama orang kepercayaannya Morgan. "Selamat pagi Dady, mom." Sapa Ibra sambil mendekat dan mencium Mommy nya. "Pagi." Jawab orang tua itu. "Kemana saja kau semalam, apa kau tahu kehadiranmu berpengaruh besar terhadap reputasi perusahaan kita?" Tanya Allard saat Morgan dan Ibra baru saja hendak menempelkan pantatnya ke kursi.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Cinta Tiga Bidadari

Cinta Tiga Bidadari

Seorang wanita tua duduk di sampingnya. "Saya istrinya ustadz Hafiz, Bu," jawabnya sopan. "Dan ini putra kami." Tangan tua itu terulur mengusap kepala Ibrahim. "Anak pintar." Pujiannya terdengar tulus. "Usianya berapa bulan, Nak?" "Lima bulan, Bu." "Alhamdulillah, sehat-sehat ya, cucuku." "Nama saya Rahmah. Mungkin kamu tidak kenal saya, karena baru sebulan ini saya kembali ke Indonesia," ceritanya.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Iqbal menghampiri seorang anak kecil, lalu bertanya, "Siapa namamu?" Anak kecil imut itu mengenakan celana selangkangan terbuka. Terlihat ingus di bawah lubang hidungnya. Dia menjawab dengan suaranya yang kekanak-kanakan, "Namaku Taro Darmadi." Iqbal menyodorkan sebuah permen, lalu berkata, "Permen ini untukmu. Coba beri tahu Paman, kenapa tangan dan wajah kalian bisa begitu bersih?"
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203.0K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Jodoh Dari Anakku

Jodoh Dari Anakku

Icha yang sekarang berusia 15 tahun sedang menikmati menimang-nimang seorang bayi. Sudah sejak lama ia menginginkan seorang adik. Dan ia merasa beruntung saat Rama menikah dengan mamanya Salma dan Fatih. Tapi, mereka tetap saja tak bisa serumah. Icha tak berani mengungkapkan keingininannya itu pada mamanya karena takut mamanya akan bersedih. "Siapa Mas?" Maryam meneruskan pertanyaan itu pada Rama. "Mahesa Fikram Alkatiri. Artinya Pemimpin yang berani dari bani Alkatiri." Jawab Rama mendekati bayinya dan mengusap kepalanya.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

Aku mengangguk mengerti. "Iqbal." Bapak memanggil. Aku dan Iqbal menoleh pada lelaki itu. "Tolong jaga Kiran baik-baik ya. Jangan biarkan teman-temanmu menjahili dia," mohon Bapak bersungguh-sungguh. "Siap, Bang Bambang." Iqbal menaruh hormat. "Apalagi dia anakmu, pasti akan kujaga dengan baik." Pemuda itu tampak serius berjanji.
9.933.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

"I miss you so, my big brother." Iqbal terkekeh pelan. "Gue sih nggak sombong kalo gue ini kangen-able." "Dih, pede. Gue tarik kata-kata gue tadi." Iqbal tertawa lebar membuatku ikut tersenyum. Lihat kan? Iqbal adalah cowok paling ideal di dunia ini untuk dijadikan big brother. *** "Dari mana kamu? Kamu nggak lihat ini udah jam berapa?!"
9.870.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status