OBSESI BARA
"Sebenarnya, saat menghabiskan waktu bersama kamu. Aku mulai tertarik dengan agama Islam, Zahra. Aku tertarik akan Tuhan kamu. Tapi saat itu, aku belum yakin dengan hati aku. Tapi, beberapa bulan kemudian... semakin hari, aku semakin ingin masuk islam. Hati aku tiba-tiba yakin atas pilihan itu. Sampai saat itu, aku memutuskan untuk masuk islam di masjid besar negara Amerika."
"Jadi, sebelum ini, kamu udah menjadi bagian dari Islam?" tanya Laila berbinar.
Asyam kembali mengangguk.
"Zahra. Hanya kamu wanita terbaik yang aku kenal. Bahkan, petunjuk itu aku rasakan ketika sama kamu. Keyakinan itu aku rasakan ketika melihat kamu diam-diam melakukan ibadah. Di sana, aku selalu kagum sama kamu. Kar