Candu Dekapan Kakak Ipar
Cengkeraman Radja perlahan mengendur, tetapi sorot matanya masih menyala tajam ke arah Kaisar.
“Lepas, Radja,” pinta Sekar lagi, kali ini lebih rendah namun tegas, sembari menarik putra sulungnya menjauh. “Kai ….”
Kaisar menoleh pada Djiwa, lalu berganti pada Radja, kemudian kembali ke ibunya. “Kenapa, Mi?”
Sekar menelan ludah. “Dia … bukan istri kamu.”
Kaisar kembali menatap Djiwa lebih saksama, seolah benar-benar mencoba mengenalinya dari awal. “Bukan … istriku?”