Terpaksa Menikahi Putra Konglomerat
Tristan meraih bahu istrinya, berbicara dengan serius, "Aku hanya ingin tahu rasanya meski hanya secuil, menjadi seorang ayah."
Miranti menghempaskan tangan suaminya, matanya nyalang dengan murka, "kamu pikir aku sendiri tidak menginginkan anak, Mas?" Keluhnya marah. "Aku juga! Andai saja aku bisa membelokkan nasib agar seiras dengan apa yang aku inginkan!" Tangis Miranti pecah, dia terduduk di lantai, tersedu dan menangis. Tristan terdiam sejenak, dia kemudian berlutut dan bermaksud memeluk isterinya, namun Miranti seolah tersadar langsung menepis tangan suaminya, meraih tas tangannya dan pergi dari sana.
Hot Chapters