Istri Simpanan Tuan Muda
“Baskara, Baskara! Kamu lugu sekali. Mana mungkin kamu ayahnya. Ayah anak itu adalah laki-laki yang sempat dekat dengan Andini. Sekarang dia meninggalkannya karena kalau nanti mereka tinggal bersama, Bagas akan ditaruh di panti asuhan.”
Leluconnya sama sekali tidak lucu. Tunggu dulu, Bagas? Apakah nama lengkapnya Bagaskara? Tak menanyakan hal itu lebih lanjut, aku masuk kembali ke kamarku. Berharap malam ini aku bisa tidur pulas.
Keesokan harinya, aku terbangun pagi-pagi karena mendengar suara bayi menangis.
“Lho, Tuan Baskara sudah bangun?” Mak Ijah menyapaku. Di sampingnya sudah ada bayi yang diletakkannya di meja dapur.
Hot Chapters