ISTRI PAJANGAN
"Itu benar. Cuma sebelumnya kita pernah bertemu, Uni. Kalau nggak, mana berani saya manggil Uni Sabrina, kan?"
Aku terdiam dan berusaha mengingat-ingat apa benar kami saling mengenal, tapi tak berhasil.
"Maaf saya nggak ingat. Kamu ada perlu apa, ya?"
Dia tersenyum lagi, "Saya anak Pak Samsul Bahri. Salah seorang pengajar untuk panti asuhan yang jadi tempat Uni Sabrina tinggal dulu, makanya saya panggil Uni pakai bahasa Minang."
Aku cukup terkejut mendengarnya.
Hot Chapters