Istri Yang Tersakiti
Dia terlalu takut akan sepi.
Tiba-tiba saja layar ponsel yang ada di dasboard mobil menyala. Lelaki itu meraih dengan tangan kirinya kemudian memberhentikan mobil, kala melihat satu pesan baru yang masuk.
"Naila?"
Matanya membulat, tak dipungkiri hatinya senang kala mendapat pesan dari istrinya. Namun, dengan cepat Bram menampiknya, "Untuk apa kamu senang? Bukankah dia itu tidak lebih dari budak belianku saja? Awas kau Nai, bukan hanya hatimu yang akan sakit, tunggu saja pembalasanku nanti!"