Istri Seksi Tetangga Sebelah
Didin terbahak, lalu mengambil tangan Syamil untuk berjabat.
"Maaf ya, Syamil. Saya janji gak bikin lagi. Saya cuma khawatir saja. Oh, iya, memangnya agak apa yang membuat kamu tertawa bahkan sampai duduk di kasur pun tawa kamu tidak berhenti, karena setahu saya hanya orang yang gak waras atau orang yang sedang diguna-guna yang tertawa tidak bisa berhenti," terang Didin membela diri. Syamil pun maklum maksud dari calon abang iparnya, hanya saja ia masih syok dengan baunya.