Rayuan Maut Para Tetanggaku
"Papa sedang meeting di bawah, jadi Tante yang ke sini. Ini ada sesuatu dari Papa untuk kamu. Ini adalah jam tangan milik almarhum kakekmu, Jenderal Perwira. Papa menyimpannya selama puluhan tahun dan berpesan agar kamu memakainya di hari pernikahan nanti."
Aku membuka kotak itu perlahan.
Sebuah jam tangan mekanik berlapis emas dengan desain klasik namun sangat kokoh terletak di sana.
Jarum-jarumnya masih berdetak dengan suara yang mantap.
Aku merasakannya di tanganku; ada beban sejarah dan kehormatan yang tiba-tiba merambat masuk ke nadiku.
"Terima kasih, Tante. Bilang pada Papa, aku sangat menghargainya," ucapku tulus.