Konten Marriage
"Jangan membuat-buang makananmu, ya. Nanti menangis, loh."
"Iya Bu, Aira mengerti." Tentu dia mengerti, Ibu sampai dua kali mengulang kalimat itu.
Kenangan bersama Ibu kandung membuat Aira menangis. Tangisan itu langsung mengundang peluk dari Ibu mertua.
"Kenapa Nak? Apa Ibu membuatmu menangis?"
Aira menggeleng. "Ingat mendiang Ibu."
"Ya Tuhan, jangan menangis. Ibumu pasti sedih jika melihat puterinya menangis seperti ini. Ayo, tersenyum. Kita mulai memasak lagi, ya."