Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota
“Aku tidak ingin memiliki hati yang digerogoti kesombongan, seperti yang kulihat dari sebagian orang kaya di luaran sana. Untuk apa aku menggembar-gemborkan kekayaanku di hadapanmu, atau di hadapan orang lain? Aku lebih suka dinilai dari perilakuku, dari kepribadianku, daripada dari saldo rekening atau nama perusahaanku.”
“Toh pada akhirnya kamu tahu sendiri, tanpa aku harus memaksakan cerita? Itulah prinsip hidupku, Bita. Biarlah orang mengenalku sebagai Herman yang biasa, yang suka memasak, yang suka ketenangan. Aku tak ingin terdengar sok hebat, sok kaya, sok keren. Aku bahkan tidak pernah bergaul dengan kalangan elit Jakarta, kecuali jika benar-benar ada urusan bisnis yang mendesak. Aku
Hot Chapters