Jangan Paksa Aku...
Aditya hanya mempermainkan jari-jari tangannya, seperti melukis abstrak di lantai.
“Kamu habis bertengkar dengan Ana?” tanya Safira kembali, menyelidik.
Aditya menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang.
“Lantas, apa yang membuatmu sedih begini Aditya? Masalah bukan harus dipendam begitu. Setiap masalah itu harus dicari jalan penyelesaiannya, bukan harus diratapi seperti itu,” ujar Safira selanjutnya. Ucapan Safira seperti mengena langsung kesasarannya. Aditya seperti terlecut cambuk dan langsung tersentak. Aditya tidak asing dengan ucapan Safira. Padahal kalau dirunut-runut apa yang diucapkan Safira, biasa dia ucapkan. Mengapa dirinya begitu bodoh dan bisa terlena oleh ratapan kese
الفصول الرائجة