Insya Allah Ada Jalan, Nak!
“Sekolah ini harus bangga memiliki kamu, juga tim yang kompak dan peka pada masalah sosial, yang bisa jadi penggerak rekan-rekannya. Semoga ini semua bermanfaat untuk Marcel. Terima kasih, ya. Sekali lagi, kalian luar biasa.”
Reddy tersipu dengan pujianku. Diiringi senyum legaku, anak itu berpamitan untuk kembali ke kelasnya. Ah, aku tidak menyadari, menjadi guru membuatku lebih berpikir jernih. Aku mulai menghilangkan sifat mengeluh yang kupikir tak ada gunanya. Keluhan hanyalah buah dari sifat mudah menyerah manusia yang kehilangan arah dan bingung dalam menghadapi suatu masalah. Melihat banyaknya kartu ucapan yang banyak di tanganku saat ini membuatku sedikit tenang. Aku merasa tenang kar
Hot Chapters