Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tentang Juni Lalu

Tentang Juni Lalu

“Kau terus mengeluh ini-itu, kau terus bilang capek, kau sering melamun, kau juga yang terlalu sering kurang tidur, tahu enggak itu karena apa? Karena dirimu sendiri yang terlalu memaksa dirimu untuk selalu bisa, Nin. Untuk selalu dipenuhi pekerjaan agar kau melupakan pekerjaan yang harus kau selesaikan sesungguhnya.” Perempuan di depan Karsa semakin terdiam. Memainkan sendok sampai bunyi dentingannya mengisi keheningan ruang tamu. “Aku tidak memintamu untuk berhenti mengeluh. Bukannya dengan mengeluh kita jadi tahu seberapa kuat kita menghadapi situasi yang ada? Aku tidak memintamu berhenti. Aku hanya minta, coba kau pahami dirimu sendiri. Apa saja yang tidak seharusnya kau paksakan, apa ya
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Melamar Suamiku

Wanita Yang Melamar Suamiku

tegas Mas Elang. “Mas …!”gumamku serasa tercekat. “Em, aku datang, ya!” Telepon dia putus. Mas Elang tak memberi aku kesemptana untuk berbicara. Ya, Tuhan, apa yang telah kulakukan, aku bicara apa tadi? Aku sudah salah ucap. Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan kalau aku akan mencium kening Mas Elang? Astaga, betul kata Ibuku di kampung dulu agar aku jangan pernah terlalu larut dalam segala hal. Saat kamu sedang sedih, jangan terlalu tenggelam dalam duka. Sebaliknya saat kamu senang, jangan terlalu gembira, nanti bisa lupa diri. Begitu selalu nasihat Ibuk. Ini buktinya. Sangkin senangnya warungku laris, aku mengucapkan kalimat yang tak masuk akal. Kalimat yang mejerat diriku sendiri. Mas
1081.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Suami Idiotku Ternyata ....

Suami Idiotku Ternyata ....

Aku terus mengumpat dalam hati, memukul-mukul bantal yang basah oleh air mata untuk meluapkan rasa emosiku. Hingga tak sengaja mataku menatap sebuah cincin yang melingkar di jari tengahku. "Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Itulah firman Allah dalam Al-Qur'an, jadi ... jangan pernah mengeluh saat kamu sedang menghadapi kesulitan, tetaplah bersabar dan tawakal, karena sesungguhnya Allah tidak akan menguji hambanya melampaui batas kemampuan hamba itu sendiri."
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

Bu, Jangan, Juna Masih Muda!

sahut Juna gagap setengah mati dengan jantung yang berdegup gila-gilaan menatap ketinggian halaman. "Jangan banyak membantah, Arjuna! Di bawah ada tumpukan semak-semak subur, kamu bener-bener tidak akan terluka sedikit pun jika mendarat dengan posisi jantan!" potong Ibu Arini mendesak maju sepasang "melon" mudanya hingga mendepak ransel usang di dada Juna.
810.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Cinta Cita

Cinta Cita

Cita mengangguk dan akhirnya mengakui perasaannya pada Elok. “Cita, nggak ada yang bisa memprediksi dan menjamin masa depan,” kata Elok harus “menampar” gadis itu dengan kenyataan. “Masalah itu pasti ada. Andai suatu saat kamu jatuh, yang harus kamu lakukan adalah bangkit. Jatuh lagi, ya, bangkit lagi. Kalau jatuh 10 kali, itu berarti kamu juga harus bangkit 10 kali. Kalau sesuatu memang layak diperjuangkan, maka perjuangkan. Kalau nggak, ya, tinggalkan. Jangan mempersulit dirimu sendiri, karena masih banyak sumber kebahagiaan yang bisa kamu dapat di dunia ini. Bisa dimengerti maksud Tante?” “Bisa.” Cita mengangguk. Tidak pernah menduga, ia akan mendapat begitu banyak wejangan dari Elok.
9.942.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai janganlah mengeluh
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
How Much Your Money (Bahasa Indonesia)

How Much Your Money (Bahasa Indonesia)

Happy Reading 🌿 Yang nangis jangan lupa siapin tissu 😚 Yang pengen marah, gpp marah aja 🤣 Jangan ditahan 😋 🍂🥀🍂🥀🍂🥀🍂🥀🍂
9.7100.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
TERJEBAK PERNIKAHAN DADAKAN

TERJEBAK PERNIKAHAN DADAKAN

Aku merasa bersalah dan berusaha menghentikan tangisanku. "Tak papa, menangis saja sampai merasa lega. Jangan menahan diri terlalu keras. Setiap orang memiliki masalah sendiri dan titik jenuh sendiri, jadi tak perlu malu. Yang penting setelahnya harus kembali semangat dan kuat lagi."
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

“Tapi ketakutan ini bukan alasan untuk membiarkan orang lain terus mengendalikan hidupmu.” Kalimat itu membuat napas Andini tercekat. Naren melanjutkan, suaranya rendah dan tenang. “Kamu nggak dilahirkan untuk meminta maaf kepada seseorang yang dengan sengaja ingin menghancurkan hidupmu.” “Kamu nggak wajib tunduk kepada orang yang memperlakukanmu seperti manekin hidup.” “Kamu tidak diciptakan untuk selalu ditindas dan disakiti.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Nggak selamanya, kan? Oooh, ooohhh, my God! 'Tuhan, ampunilah aku yang sudah lancang dan banyak mengeluh. Ampunilah aku yang nggak pandai mensyukuri nikmat-Mu. Please, don't be angry and pleaaaseee, return Kenzy's eyeses light …!'
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 810 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Simpan Pinjam Istri

Simpan Pinjam Istri

“Kalau gitu jangan ngeluh kalau jadi ribet. Udah konsekuensi pilihan kamu, kan?” “Nah, itu dia yang gue enggak terima!” “Namanya juga hidup. Nggak semua keinginan bisa didapat. Aku yang batal ke NY aja enggak galau. Ikhlasin aja. Jadi orang tuh jangan terlalu setreng.” Dengan genit, Cella mencolek hidung Ken dengan ujung jari. Ken tetap malas menanggapi. “Hhhh!”
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai janganlah mengeluh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status