Manusia Penakluk Dunia
Ia mulai sedikit bermain-main, “Ketika aku menyuruh kalian berbaris. Kalian harus berbaris sesuai nomor kalian. Dari kiri ke kanan, sesuai urutan Kuusitoista, Kaksikymmentä, Kolmekymmentäneljä.”
Nama itu terlalu panjang untuk disebut bagi Jillian. Jadi terbesit sebuah ide, ia mendekati para balkanji itu satu per satu. Layaknya seperti komandan militer yang kejam, Jillian berkata, “Namamu kini Sixteen, namamu Twenty, dan kamu Thirty Four.”
“Paham?” tegas Jillian.
Para balkanji itu menganggukkan kepala. Jillian memberi mereka hadiah berupa potongan daging telinga kelinci.
Hot Chapters