Jagat Kelana
Wening menatap lembut pada Jagat, dia berbisik, " bisakah Tuanku berjanji tidak akan melupakan aku?"
Jagat bergeming, terlihat sorot matanya menguat penuh intimidasi. Namun, bibirnya tetap bungkam kemudian di berbalik badan menatap seluruh ruangan seperti sedang mencari sesuatu.
"Lalu apakah ini artinya kamu menerima posisimu sebagai selir utama, Wening?"
"Tidakkah Anda jawab lebih dulu inginku, Tuanku?"
"Buatku janji itu mudah bagai membalik telapak tangan, Wening. Dan kamu pasti paham akan janji seorang pria yang memiliki kekuasaan penuh atas dirimu?"
Chapitres populaires