Godaan Tuan Majikan
Lastri menurut, jari-jarinya menyibakkan rambut ke samping, memperlihatkan lehernya yang ramping.
Ardan memasangkan kalung itu perlahan. Jari-jarinya bergerak hati-hati, namun terasa sengaja berlama-lama. Ujung jarinya sempat menyentuh kulit leher Lastri—hangat, ringan, tapi cukup untuk membuat napasnya tersendat.
Sentuhan itu tak sepenuhnya tak sengaja. Dan mereka berdua tahu.
“Sudah,” gumam Ardan pelan, meski tangannya masih berada sepersekian detik lebih lama di sana.
Capítulos Populares