Ifat
********
Selesai makan malam, aku meminum obat pemberian Josep.
Duh, Gusti, obat macam apa ini? Besar sekali ukuran per butirnya, melebihi ukuran uang koin seratus rupiah lama, tebal pula.
Hanya onta yang pantas meminumnya. Warnanya coklat seperti.., aku teringat kotoran, tapi aku mengalihkan ingatan pada coklat yang ada di pasaran.
Kassandra memecah pil ini menjadi lima bagian supaya aku bisa meminumnya dengan mudah. Rasanya.., ampun, tidak berasa apa-apa, tawar saja.
Hot Chapters