Revenge
Kamar itu kembali menjadi sepi, hanya suara nafas Gendis yang terdengar, benar-benar sepi.
Hal itu membuat Gendis penasaran, untuk mencari tahu.
Perlahan, dia turun dari tempat tidur dan di tariknya selimut untuk menutupi tubuhnya yang bugil.
Tertatih, Gendis berjalan menuju jendala dan menyibak gorden.
Tak ada apapun di luar, sejauh matanya memandang dari balik jendela kaca, hanya hamparan kebun teh yang berada di luar dinding tinggi yang mengelilingi rumah ini.
الفصول الرائجة