Katanya, Aku Pelit
Dengan semua bulu di badan berdiri, kumarahi dia yang terkapar tak sadarkan diri.
"Eh, kawan saya itu, Bang." Jep di belakangku menyatakan ketidakterimaannya.
Aku yang kadung jengkel, lalu berbalik badan dan mengangkat si Jep. Tubuhnya kuempaskannya ke atas tanah, seperti adegan di Smack Down. Jeritannya melengking, sementara badannya melengkung. Belum puas, kutendang selangkangannya. Detik kemudian, Jep ikut pingsan dengan lidah terjulur.
Hot Chapters