Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ia berbalik dan menatap Joko dengan tatapan yang dipenuhi oleh rasa syukur yang tak terhingga.
“Dia benar, Ayah,” bisik Andrea, suARanya pecah. “Hawanya… hawanya sudah hilang. Semuanya sudah hilang.”
Pak Sanusi menatap putrinya, lalu kembali menatap Joko yang kini hampir sepenuhnya bersandar padanya. Pemuda ini, yang ia anggap sebagai anak baru yang beruntung, ternyata adalah seorang penyelamat yang dikirimkan Tuhan. Ia telah melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh dokter, tidak bisa dilakukan oleh hartanya. Ia telah mengusir iblis dari rumahnya.