Pembalasan Sang Dokter Jenius
“Pekerjaanmu bisa menunggu. Sekarang, pergilah.”
“Tapi, Pak,” bantah Joko dengan nada memelas. “Saya sudah diperintah. Kalau saya tidak selesaikan, nanti saya yang dimarahi. Saya cuma pekerja baru, Pak. Saya tidak mau dapat masalah di hari pertama.”
Bima kembali tertawa. “Anak ini benar-benar polos atau bodoh, sih?”
“Siapa namamu tadi?” tanya Leo, mengabaikan komentar Bima.