Menantu Tak Diharapkan
Ia kini mengalihkan tatapannya ke arah cakra, yang saat ini berdiri dengan menyilangkan kedua tangan di depan dada.
"Nggak mungkin ini, pak. Kita pasti di tipu," Gumam Bima di dekat pendengaran sang bapak mertua.
Pak Bima yang mulai kebingungan pun menuntun penglihatan menuju ke arah orang berseragam baru datang itu. Ia hafal betul seragam yang digunakan itu, salah satu karyawan dealer resmi terbesar di kota itu.
"Tapi, kamu tau, kan? Seragam yang mereka kenakan itu?" Tunjuk pak moko. Bima sebenarnya membenarkan dalam hati, ia pun hafal betul dengan seragam itu.
Bab Populer