AKU BUKAN SEORANG PELACUR
Aku sadar seutuhnya, dan, bahkan tidak terkejut setelah kejujuran itu menjadi apa yang kukatakan barusan.
“Trauma?”
"Ya, aku trauma kepada lelaki.”
Sorot tajam dari matanya menunjukkan keterkejutan. Pandangannya tajam, seakan-akan sanggup untuk merobek kulitku, walaupun, di dalam ketajaman itu juga, aku dapat merasakan keprihatinannya kepadaku yang sudah jelas itu berupa rasa kasihan paling menyedihkan yang pernah kuterima.