Red in Us
Tetapi, Kandara tetap memasang wajah bingung, hingga Katha harus menyikut lengan kakaknya lagi.
“Apa, sih!” protes Kandara.
“Itu.” Akhirnya Katha bersuara. Dia menunjuk Bening dengan jari telunjuknya. “Lo lihatin dia mulu. Naksir?”
Pertanyaan yang serasa tiba-tiba itu membuat Kandara tersentak. Dia nyaris terjengkang dari kursi rotan yang pendek itu. Beruntung Katha cepat-cepat memegangi sandaran lengan di kursi, hingga Kandara urung jatuh. Namun, kondisi barusan malah memancing tawa Katha. Adik satu-satunya itu tertawa keras, hingga membuat beberapa orang menoleh, termasuk Bening. Hal itu membuat Kanara langsung mencekal lengan Katha, meski tak keras. “Diam, lo,” desisnya.
Hot Chapters