Istana Yang Ternoda
Ia tahu, Kania adalah pelabuhan emosi Nadira, sahabat yang selalu menjadi tempat pulang bagi hati yang lelah.
Beberapa menit terdiam, Nadira akhirnya berkata dengan suara pelan, “Na hamil lagi dan kembar.”
Adrian diam sejenak. “Kamu baik-baik aja?” tanyanya hati-hati.
Nadira mengangguk, meski matanya mulai berkaca-kaca. “Aku senang, serius. Tapi aku juga capek, Yan Capek pura-pura nggak apa-apa. Capek berusaha dan gagal terus. Kadang aku mikir mungkin kamu lebih bahagia kalau menikah sama orang lain, yang bisa kasih kamu keturunan.”
Sikat na Kabanata