Menikahi Kakakku yang Koma
“Kalau bukan karena wasiat bodoh itu, hidupnya tak akan bertahan lama.”
Aku menahan napas. “Dia masih hidup karena aku merawatnya,” kataku, berusaha stabil.
Tepukan keras mendarat di pipiku—bukan pukulan, tapi penghinaan yang dibentuk menyerupai kasih sayang. Panasnya menjalar.
“Dia hidup karena aku mengizinkan. Jangan lupa itu.”
Ia berbalik, melangkah ke ambang pintu. “Oh, satu lagi,” ucapnya tanpa menoleh.
인기 회차