Safir dan Delapan Berandal
Mereka belum saling mengenal jauh.
Menoleh ketika merasakan pergerakan di pundaknya, Harka memperhatikan kepala yang terkulai lemas itu. Harka mengerti, Safir mengalami serangan panik kala dia menghampiri. Penyebabnya adalah hujan, cewek itu terus bergumam seraya memegang erat kedua tangan Harka, mengatakan jika dia tidak bisa menghadapi hujan deras beberapa jam lalu. Dengan pakaian yang masih basah, Harka tetap berdiri di hadapannya berusaha memberikan kata penenang. Tidak disangka itu membuahkan hasil, apalagi begitu tangannya mengelus kepala Safir, tanpa memikirkan apa pun membuatnya terkulai di kedua tangannya, mendengkur halus dengan kedua mata sembab tertutup.
Hot Chapters