Sentuhan Panas Sahabat Pacarku
ucap Kayla lagi, kali ini lebih lantang namun tetap lembut.
Kerumunan itu terdiam sesaat, meski beberapa tetap menggerutu. Kayla mengangkat kedua tangannya sedikit, gestur menenangkan. Matanya penuh ketulusan, bukan emosi.
“Kalau kita ngamuk, orang di dalam nggak akan berani keluar,” katanya, suaranya jernih, menembus keributan.
“Dan kalau dia kabur karena panik, masalah makin besar. Mang Bejo yang rugi.”
Bab Populer