Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Bagian 11 Seperti kata pepatah "Anak adalah pembawa rezeki" dan kita juga tidak akan pernah menyangka datangnya darimana. Hari ini terbukti saat rumah tiba-tiba ramai dengan puluhan warga membuat Nenek Fatma melongo sendiri. Bagaimana tidak coba? Segala jenis buah-buahan segar, kue, dan beberapa camilan kering. Tersedia dengan sendirinya tanpa Nenek Fatma perintah apalagi minta. Pantang, ya, bagi orang kaya minta-minta. Semua terjajar rapi di atas karpet tebal juga ucapan "SELAMAT DATANG SI KEMBAR" menggantung sempurna di dinding.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Dan semuanya berawal dari satu kalimat sederhana. "Alhamdulillah, Teteh udah lulus sekolah. Sebentar lagi bisa bantuin biayain adik-adiknya.” Satu kalimat itu berhasil mengubah hidupku untuk selamanya. Aku benar-benar muak terlahir sebagai anak pertama. Rasanya seperti hidupku sudah diputuskan bahkan sebelum aku sempat memilih mau jadi apa.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Aku berdiri sendirian di bawah hujan cahaya itu, pena masih di tangan, dan tahu bahwa mimpi Kata kini menjadi milikku untuk dijaga. Aku menulis satu kalimat lagi di udara, perlahan, supaya dunia mendengar. “Jika bahasa bisa bermimpi, maka cinta adalah kalimat yang belum selesai.” Langit menutup, dunia berhenti bergerak. Dan di kejauhan, di antara suara laut dan gema tinta, aku mendengar lagi suaranya, lembut, hampir seperti nyanyian anak kecil.
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Penjaga Halaman Kosong Tiba-tiba, dari antara gumpalan awan, muncul sosok kecil, berambut kelabu, mengenakan kemeja tinta lusuh dan membawa pensil pendek di telapak tangannya. Ia memperkenalkan diri sebagai: “Anak Kalimat.” “Aku lahir dari naskah yang ditinggalkan setengah jalan. Dari cerita yang dilupakan.” Ia menunjuk tugu kosong di tengah lapangan.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Kebahagiaan gak diukur dari ekspresi wajah, Sayang. Senyum di bibir itu bisa jadi kamuflase, tapi rasa di hati itu yang nggak bisa dibohongi.” “Jadi?” “Kalau kamu bisa melihat hatiku, kamu bisa tahu seberapa bahagianya aku dengar kabar kalau sebentar lagi akan ada seorang bayi yang memanggilku Ayah, atau Papa, atau Papi, atau mungkin Daddy.” “Papa aja,” potongku. “Siap, Mama.”
9.815.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai kalimat dari buah hati
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Putus Cinta Membuatnya Brengsek

Putus Cinta Membuatnya Brengsek

Mereka duduk lama di sana, di bawah lampu temaram, menikmati keheningan rumah yang kini terasa benar-benar hidup. **—** Aiden juga mulai belajar berbicara dengan lebih jelas. Kata-kata pertamanya setelah "mama" dan "papa" adalah "cinta". Suatu sore, saat Nara sedang melipat pakaian bayi di kamar, Aiden merangkak ke arahnya, memeluk kakinya, dan berkata, "Mama... cinta!" dengan suara kecilnya yang bergetar penuh semangat.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Pejuang Cinta Pendobrak Kasta

Pejuang Cinta Pendobrak Kasta

Kalimat panjang pertama yang diucapkan selama ia sakit. Dara mati-matian menggigit bagian bibir bawahnya. Ia ingin teriak dan mengatakan bahwa ia anaknya. Ingin sekali ia tumpahkan rasa di hatinya, menangis karena bahagia. Namun, ia tahan karena belum waktunya. 'Makasih, Bu.' Dara membatin dengan sesaknya. Setidaknya kalimat itu seolah menjelaskan tentang kerinduan pada Dara. Seolah mengharapkan Dara ada di sisinya. Meskipun ibu sama sekali tak mengenalinya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Wajahnya tampak tersembunyi di balik awan tipis yang ditembus matanya yang tersenyum seperti bintang di langit malam. Akhirnya, dia mengucapkannya dalam bahasa Inggris. Tiga kata sederhana, "I love you." Amber tersenyum dan bertanya, "Mengapa kamu mengatakannya berulang kali?" Saat ini suara berisik dari mobil yang lewat di jalanan dan pejalan kaki yang bergosip yang berjalan melewati mereka. Namun, pada saat itu Amber sepertinya hanya bisa mendengar suara Calvin. "Karena aku ingin memberitahu seluruh dunia bahwa aku mencintaimu."
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Happy Reading Semuanya! “Padahal buah yang tadi segar tahu Ma,” Ungkap Irene sembari menggandeng tangan sang ibu dan merapatkan jaketnya karena dinginnya udara. “Tapi rasanya enggak manis Irene, Mama tahu kalau kamu enggak suka buah yang hambar. Segar sih segar tapi rasanya hambar? Percuma juga beli,” sahut Ira sembari berjalan menuju pintu keluar pasar sembari menggenggam erat tangan sang anak di sebelahnya.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Mendadak Punya Cucu

Mendadak Punya Cucu

Kalila mencium tangan sang ibu dengan takzim. Ira mengusap kepala putrinya bersamaan dengan kristal bening yang menggenang di pelupuk matanya. Namun, sekuat tenaga ia tahan agar tak terjatuh. "Iya, Nak. Hati-hati di jalan. Baik-baik di sana. Jadilah istri yang baik untuk suamimu, dan Ibu yang baik untuk anak-anakmu. Doa Ibu akan selalu mengiringi setiap langkahmu." Sang Ibu mencium kening Kalila dengan sayang.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai kalimat dari buah hati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status