Takdir Cinta Sejati
Matanya nanar memandangi toddler kecil yang terlelap damai di atas mokki beds, wajah polosnya memancarkan kebahagiaan dari dunia mimpi yang indah.
"Maafkan Bunda, sayang," ucapnya lirih, suaranya nyaris tak terdengar di tengah gemuruh hujan di luar sana. Kata-kata itu keluar dengan berat, seperti membawa seluruh penyesalan yang tak pernah mampu ia ungkapkan sebelumnya. Tangannya terulur, membelai lembut rambut halus sang anak yang masih terlelap tanpa beban. Air matanya kian deras mengalir, bercampur dengan senyum getir yang menghiasi wajahnya. Di dalam hatinya, hanya ada doa tanpa henti, berharap kebahagiaan yang tak pernah mampu ia berikan akan tetap menjadi milik buah hatinya.
Hot Chapters