Wanita Yang Melamar Suamiku
Berjuang Mencari Pekerjaan
“Sekarang, kamu pikirin dulu matang-matang! Ingat Paklek sama Bulek itu sudah tua, udah sering sakit-sakitan. Selama ini mereka sangat bangga sama kamu, karena kamu nikah sama orang kota. Kamu adalah harga diri mereka. Kamu juga dijadikan contoh di kampung kita bagi anak-anak gadis yang mau merantau ke kota. Karena kamu dibilang sukses, berhasil, bukan kerja yang enggak-enggak seperti yang dikhawatirkan sebagian penduduk desa. Iya, toh?”
Aku hanya membisu.
“Coba kamu bayangkan apa yang akan terjadi dengan Paklek dan Bulek, jika tiba-tiba kamu pulang kampung sambil menenteng anak-anak yang masih kecil-kecil ini, dengan menyandang status calon janda!? Pikir, Ning! L