Terjerat Pesona Mama Temanku
“Kamu dari mana?”
Damar menghela napas panjang, matanya berputar ke arah lain. “Aku nggak bohong, Sarah. Aku cuma di rumah sakit.”
Sarah melangkah makin dekat, jarak mereka kini hanya sejengkal. “Kalau kamu jujur, mungkin aku bisa ada di pihak kamu,” ucapnya dengan suara rendah, tapi setiap kata seperti paku yang dipukul perlahan ke dinding. “Tapi kalau kamu terus-terusan bohong … aku akan cari tahu sendiri. Dan kalau ternyata aku menemukan sesuatu yang lebih buruk dari pada yang kubayangkan .…”