Kutukan Perjaka Tua
Tapi, oleh-oleh dari Ibu cukup dijadikan alasan.
Acha itu kebiasaan banget kalau bohong tidak konfirmasi dulu. Memangnya dia tidak berpikir kalau Tante Fatma bisa meneleponku kapan saja? Untung saja aku bisa ngeles, kan? Kalau tidak, habislah itu anak!
"Terus, Acha mana?"
Ternyata belum selesai. Aku masih harus berbohong lagi?
Ya Allah, Ya Robbi. Ampunilah dosa-dosaku karena telah membohongi calon mertua. Semoga kalau ketahuan tidak dicoret dari daftar kandidat mantu.