Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

“Aku kangen.” ***
1034.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 818 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Kontrak Biasa

Bukan Pernikahan Kontrak Biasa

“Astaga….” “Kamuu mimpi apa, Mas? Sampai teriak gitu?” tanya Kinara usai meletakkan lagi gelas kosong di atas nakas. Kenzo menatap Kinara dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Tangannya bergerak untuk menggenggam tangan Kinara. “Saya mimpi buruk.” Kinara mengeryit. “Mimpi itu bunga tidur, Mas.” Kenzo menggelengkan kepalanya. Dadanya begitu sangat sesak saat ini. Rasa sakitnya masih terasa. “Rasanya kaya nyata. Saya takut sekali.”
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Mas!

Ceraikan Aku, Mas!

Jadi Keyna mencari celah. Setiap sore, Keyna sengaja menonton video senam hamil di kamar sampai baterai iPhone-nya habis. Mati total. Keyna menyodorkan ke Bu Ratna, “Nih, Ma. Sudah mati dari tadi. Habis nonton senam.”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

"Ah, kaset ini. Ya, aku yang membuatnya. Khusus untuk Pia dan Zifa." Akhirnya. Kami benar-benar dibawa ke orang yang tepat. Aku menghela napas lega. Menunggu orang itu kembali berbicara. "Lalu apa? Kenapa tidak kalian setel saja langsung? Kenapa harus datang kesini? Bukankah kaset ini sudah ada di tangan kalian?" "Nah, itu masalahnya." Angga menyambung perkataan pris itu. "Saat dinyalakan, layarnya hanya berwarna putih. Tidak muncul apa pun. Tidak ada video apa pun."
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 568 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Mati Rasa

Ketika Istri Mati Rasa

Biasanya Setiap jam segini dia sedang ada di kebun. "Yuk, masuk dulu!" Digiringnya aku ke dalam rumah yang cat temboknya berwarna ungu. Dipersilahkan aku duduk di kursi yang terbuat dari kayu jati. Tak lama kemudian dia masuk ke dalam kamar. Ada apa sebenarnya? Kenapa Kang Paimin tak seperti biasanya. Sepertinya ada yang sedang ia sembunyikan. Tapi, apa?
9.9397.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.7K kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Karenamu Kujatuh Cinta

Karenamu Kujatuh Cinta

Kecewa. Rexa berjalan dengan langkah tergesa memasuki ruang kamarnya. Dengan kasar dia menghempaskan diri duduk ke atas ranjang dengan kedua tangan terkatup mengepal di atas lutut. Mendesah pelan ketika rasa sakit itu masih sekilas hadir bila menatap mata keruh Kaisha. Entah kenapa dia selalu lemah dengan tatapan tajam Kaisha yang dari luar terlihat percaya diri tetapi di dalamnya seakan redup tidak bernyawa.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
ISTRI SIRI SUAMIKU TERNYATA KAKAK IPARNYA SENDIRI

ISTRI SIRI SUAMIKU TERNYATA KAKAK IPARNYA SENDIRI

POV : KAREN [Sayang, kamu di mana? Kenapa nggak balas pesanku? Nggak angkat pula panggilan teleponku?] [Karen, kenapa sekarang handphonemu mati? Kamu sebenarnya kenapa?] [Kamu oke kan? Kamu sudah makan, Sayang? Ini nyaris jam makan siang loh, Ren] [Apa kamu sakit, Ren? Aku jemput pulang sekarang atau jam makan siang nanti ya?]
9.579.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Kang Epen geleng-geleng. "Nggak apa-apa." "Ta-tapi itungan saya cuma abis 35 jutaan, kok." Aku mencoba membela diri. "Itu sepatunya aja, Dina." "Aduh, aw aw, shhh, aaargh! Sumpah ini sakit banget, Kang. Rasanya kayak mau meninggal!" Kupegangi kepala, pundak dan pinggang dengan mendramatisir. "Ya udah kita ke dok--"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Pesona Suami Kedua

Pesona Suami Kedua

Anak sekecil Altan harusnya masih bermanja di sisi ibunya. "Kenapa, Nak? Kok nangis terus? Ada Papa di sini," ujar Keenan lembut. "Begini, Pak. Persediaan ASIP Bu Khanza habis," ujar Mbak Suster. "Hah? Serius habis? Perasaan banyak deh di kulkas." "Anu, Pak. Waktu itu kan genset rusak. Listrik mati seharian. Stok ASIP yang ada di kulkas semuanya basi. Udah nggak baik dikonsumsi Dede."
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai kangen setengah mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status