Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
1KG BERAS DARI IBU

1KG BERAS DARI IBU

sambunyanya lagi membuat wajah Rusni pias. Rusni melirik dua kantong kresek yang disodorkan untuknya di atas meja itu. Satu kantong berisi beras kemasan 5 kg dengan merk terbaik dan paling mahal di daerah mereka tinggal. Dan satu lagi kantong berisi aneka makanan khas yang terkemas rapi. Lalu, Rusni membuang tatap dari ketiga benda di atas meja itu. Hatinya mencelos, tetapi gengsinya jauh lebih dari segalanya. "Hemm."
9.9176.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Keturunan 100 kg

Keturunan 100 kg

ucap simbok menyerahkan bungkusan kresek hitam. "Ya Allah, Mbok. Terimakasih sampai segitunya sama Mantra, Mantra jadi nggak enak merepotkan." "Nggak merepotkan, Mbok senang. Seperti berasa punya anak baru, kamu coba mana tahu ada yang kekecilan biar Mbok tukar nanti. Kalau yang di kresek putih itu celana dalam ukuran paling jumbo sama BHnya sekalian. Maaf, simbok hari ini hanya bisa membelikan dua. Besok insya Allah Simbok belikan lagi."
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya

Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya

Dia menyodorkan sebuah kantong kresek putih padaku. "Apa ini, Bu?" tanyaku heran. Nikita mendorongku masuk ke dalam kamar dan langsung menutup pintu rapat-rapat. "Buka saja, ini hadiah buat kamu." Aku membukanya. Di dalamnya ada sebuah kotak ponsel berwarna titanium. Sebuah iPhone 17 Pro Max keluaran terbaru. Aku tertegun, tapi jujur saja, hatiku biasa saja. Bagiku, barang mewah pemberiannya tidak ada artinya dibanding dengan hasil keringatku sendiri.
9.8153.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Menerima Lamaran Kekasih Sahabatku

Di tangannya ada kantong kresek putih. "Duduk!" "Gimana keadaan kamu? Udah baikan?" tanya Diqi begitu menghempaskan bokongnya ke kursi. Ainun mengangguk cepat. Diqi menyerahkan kantong kresek itu berisi banyak cemilan yang semuanya kesukaan Ainun. Sebenarnya dia ingin rebahan sedikit karena kelelahan habis dikejar waria di depan alfamart tadi.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Status WA Suamiku yang Disembunyikan

Kulihat sebelah tangannya menenteng kantong kresek hitam. "Nih, Sayang!" Mas Reno mengulurkan kantong tersebut. "Apaan?" tanyaku sembari menerimanya. "Buka aja!" Mas Reno melangkah menuju kamar. Sementara aku masih berdiri sembari membuka kantong yang diberikannya. "Hah, seblak?" ucapku dengan mata berbinar melihat kotak dari bahan styrofoam bertuliskan, "seblak hohah!".
10111.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
It's Me, Your Wife

It's Me, Your Wife

Ia meletakkan kresek putih pemberian Aditya di atas meja, yang memancing rasa ingin tahu Rita. "Apa itu?" Rita mengarahkan tatapan ingin tahunya pada kresek putih itu. Ia lantas mengambilnya dan mengeluarkan isinya. "Apa ini, Al?" Rita memandang Alleya, menuntut jawaban. "Dari Aditya, Ma. Tadi waktu makan siang, mampir dulu ke apotik. Gegara topeng dari Kak Ryan, Alleya terpaksa bilang kalau Al sedang kena alergi ayam petelur."
9.689.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Roti bakar, Tante. Roti bakar dioles selai kacang dan disimpen dalam boks buat dikasih ke Lies. Maklum, aku lagi pe-de-ka-te sama cewek itu. Hehehe....” Penjelasan itu malah membuat Emak bingung. Tadi memang dia melihat BJ pergi membawa kantong kresek item. Tapi sepertinya itu bukan boks makanan. Menurut Emak jika isinya adalah boks makanan maka lekuk atau penampilan luar kantong kresek jelas berbeda. Menurut Emak, kantong kresek yang ia titip ke BJ tak ada bentuk kotak sama sekali. Sedikit kekhawatiran timbul dalam diri Emak. Agak kawatir, jangan-jangan dirinya memberi kantong kresek yang salah. *
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Suami Misteriusku

Suami Misteriusku

Aku semakin serius menatap tulisan itu. (Tapi niatku kuurungkan, saat aku melihat sesuatu dari dalam kantong kresek yang dia bawa dari rumah Tristan. Isi dari kantong kresek itu tercium bau amis, aku pikir itu bau amis darah yang berasal dari daging, sampai-sampai kucing tetangga tiba-tiba datang melompat ke arah kantong kresek itu, sampai isi dari dalamnya keluar. Aku bisa melihat isinya).
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Istri Cantik Pilihan Mamaku

Istri Cantik Pilihan Mamaku

tanya Alea menyambut Ardhan dengan senang. Ardhan hanya tersenyum dan mengangguk. Mendapat pelukan Alea sungguh membuat perasaannya menjadi hangat. Namun dia gagal fokus karena Sika yang berdiri di belakang Alea menunjuk-nunjuk kantong kreseknya. Barulah Ardhan melirik kresek putih yang masih dipegangnya itu, ada tulisan alamat kiosnya. Di Jakarta! Astaga! Gawat!
1056.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

CINTA SANG KUPU-KUPU MALAM

sahutnya sambil memberikan kantong kresek berwarna hitam kepadaku. "Apa ini?" tanyaku, aku masih gamang untuk mengambil barang itu. Begitu mudahnya dia menembus kesalahannya hanya dengan sekantong kresek. Ah ...! Aku mendengus kasar. "Gamis! Buat kamu." Gus Al menyodorkan kantong kresek itu kepadaku. "Buat apa!"
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status