Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaisar Puncak Naga

Kaisar Puncak Naga

Hua Fei melihat kantung di tangannya, mencoba menemukan rahasia yang tersembunyi dalam benda tersebut. Namun, tetap saja ia tak menemukan apa pun di sana. "Ah Fei, kantung yang sekarang kamu pegang itu bernama Qian Cang Pao, kantung seribu ruang yang mampu memuat banyak benda-benda tanpa membebani pemiliknya." Jing Yue menjelaskan perihal kantung putih milik Hua Fei. "Selain dapat menyimpan benda-benda, kantung itu juga sangat kuat karena terbuat dari kepompong ulat sutra berusia seribu tahun."
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai kantong kresek putih
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Serpihan Salju
Dear para pembaca, mungkin kisah ini terkesan lambat, karena memang sengaja diatur demikian. Jadi jika sekiranya membosankan, itu adalah hal yg wajar. Kisah ini tidak terburu2 dalam setiap tahapan yg MC lalui saat meningkatkan kemampuan serta tidak langsung jadi 'over power' dalam beberapa bab saja
Baca Semua Ulasan
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Hendrijk membuka ransel dan mengeluarkan kantung kain berwarna putih. “Oleh-oleh buatmu dari Bajawa.” Lelaki berambut pirang itu menyodorkan kantung pada Satya. “Yellow cattura.” Sepasang mata berwarna biru milik Hendrijk memendarkan cahaya. “Serius?” Satya meraih kantung dari atas meja lalu membukanya. Aroma kopi segera menyergap hidung ketika tali pengikat terbuka.
10105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Jodoh Wasiat Istri

Jodoh Wasiat Istri

Ngebayangim Mas Trevor disamakan dengan karung. Harry Adhitama : Aku mikirnya, Mas Trevor manggul karung. Adelard Diovandri : Sambil pakai celemek andalannya itu. Ethan Janitra : Biru kotak-kotak putih. Sebastian Anargya : Cokelat garis-garis hitam. Zafran Behzad : Hijau motif bola-bola putih. Farzan Bramanty : Kuning motif abstrak.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Dari Dingin Menjadi Obsesi

Dari Dingin Menjadi Obsesi

Tok! Pintu itu kembali diketuk. Anggun buru-buru mengenakan setelannya, meski tidak memakai pembalut. Saat pintu kamar terbuka, tampak Azura berdiri tegap di luar dengan sebuah kangtong kresek putih di tangan. "Ambillah," ucap Azura seraya menyodorkan kantung kresek itu kepada Anggun. Anggun mengernyit heran sekaligus penuh tanya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Warisan Utang Mertua

Warisan Utang Mertua

Di bawah kolong tempat tidur Ibu yang terlihat banyak debu segera kusapu. Namun, tak sengaja kutemukan ada sebuah kantong kresek putih, yang berisi bubuk putih. Entah kenapa diriku semakin yakin kalau bubuk putih ini yang Ibu rahasiakan selama ini dari kami semua. Kumasukkan kantong kresek putih itu ke dalam saku untuk menyelidikinya. Tiba – tiba Ibu muncul dari belakangku. “Sudah selesai bersihkan kamar Ibu, Sin.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Aku harus segera menemui Pendekar Kera Sakti. Katak Wasiat Dewa harus kuserahkan kepadanya. Dia memang berhak." Ksatria Topeng Putih mengeluarkan sebuah kantong putih dari balik bajunya. Hati-hati sekali dibukanya tali pengikat kantong itu. Ternyata, di dalamnya terdapat gumpalan cahaya putih, dan di dalam gumpalan cahaya putih itu terdapat gumpalan cahaya lain yang menyerupai seekor katak berwarna emas. Gumpalan cahaya itulah yang disebut sebagai Katak Wasiat Dewa! Sebentar saja Ksatria Topeng Putih mengamati benda ajaib yang berasal dari dalam perut ikan Mas Dewa itu. Tali kantong segera diikatnya kembali. Lalu, kantong putih berisi Katak Wasiat Dewa disimpannya lagi di balik pakaiannya.
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Pengkhianatan Suami dan Mertua

Pembalasan Untuk Pengkhianatan Suami dan Mertua

Aku mengangguk lemah. "Rum ...." "Ya ...?" Kutatap wajah Rendra. Terlihat seperti orang yang ingin mengatakan sesuatu namun terlihat ragu. Bahkan sesekali tangannya mengusap tengkuk leher nya. "Nggak jadi!" Lelaki itu terlihat tersenyum nyengir. "Oh ya. Ini ada buah tangan untuk kamu." Rendra menyerahkan kantong kresek berwarna putih itu. "Kenapa repot-repot segala?"
9.476.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Kujual Suamiku Seharga 1 Miliar

Kujual Suamiku Seharga 1 Miliar

"Ck, yaudah deh aku pergi dulu." "Hem jangan lama-lama." Akhirnya Aldo pun beranjak dari tempatnya duduk dan ia bergegas membelikan pesanan sang Ibu. Tidak berselang lama akhirnya Aldo kembali dengan membawa kantong kresek berwarna putih di tangannya. Ada juga plastik dengan logo ondemart yang isinya ternyata berbagai camilan.
12.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 408 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Detektif Janeta : Memburu Pembunuh Madu Tua

Salma semakin panik begitu menyadari ada barang yang sangat rahasia ia sembunyikan di dalam lemari itu. “Oh, ternyata ini dia.” ucap Salma lega begitu ia menemukan sebuah kantong kresek berwarna biru yang ternyata jatuh menimpa kakinya. Ia duduk berjongkok memungut kantong biru tersebut dan membukanya lalu memeriksa isinya. Tiba-tiba mata gadis itu semakin terbelalak melihat apa isi kantong kresek warna biru itu. Isinya bukan pakaian yang ia simpan.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
My First Night

My First Night

Aku berdiri dan menepi di balik daun pintu yang setengah terbuka. Ia datang membawa satu kantong plastik. Bisa ditebak isinya, Sesuai permintaanku. Menerawang dari dalam sana, benda berwarna pink itu. "Nih," ucapnya, sembari mengangsurkan kantong kresek itu padaku. Lekas aku mengambilnya. "Makasih Bang Sat, baik bener." balasku lembut. Bernafas lega aku. Kukira dia nggak mau beliin. Ternyata, eh ternyata. Ya, gitu deh.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai kantong kresek putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status