Aduh, Pelan-Pelan, Bos
"Terima kasih, Lena. Aku akan selalu mengingatnya."
"Dengar, Karin. Kalau bisa menjauhlah darinya."
"Tenanglah." Karin menepuk punggung tangan Lena. Ia mengajak temannya itu naik ke atas.
Begitu tiba di lantai dua, Karin dapat melihat wajah-wajah dari pendonor asi. Rata-rata mereka memang masih ada yang masuk kategori ibu menyusui, tetapi stoknya melimpah. Mereka masih belum memakai topeng sehingga Karin bisa melihat wajah asli mereka. Di antara member di sini, pandangan matanya jatuh pada seorang wanita. Dia terlihat berbeda dari yang lain. Cantik sudah jelas. Bentuk tubuhnya juga indah, penampilannya seperti wanita sosialita yang Karin lihat di media sosial. Dia pasti Tasya.