Balada Cinta ShaBar
Auto-inget kata-kata Akbar.
Kenapa kata-katanya jadi kaya mantra. Nyelametin aku di saat-saat kritis. Ngasih insight di saat pikiran buntu. "Percaya, pilihan Allah ngga mungkin salah," kataku lagi, nguatin genggaman di tangannya. Lagi-lagi ngambil kata-kata Akbar, jangan-jangan dia lagi batuk-batuk sekarang.
Lintang natap aku dengan mata bekaca-kaca. "Pantesan Dirga cinta mati sama kamu," katanya lirih. Setetes air jatuh di punggung tanganku.
ตอนยอดนิยม